((Okeeey.... Hello
semuaaaa, udah lama ganulis nih wkwkwkwk~))
Pagi itu, tanggal 15 Mei
2016 kuterbangun jam 3 (apa 2 ya, lupa XD). Langsung menuju kamar mandi di
hotel itu, bersiap-siapa buat mandi. Beberapa saat mandi selesai, packing
selesai... Dan menuju ke lobi hotel tersebut bersama seorang adek kelas yang
imut dan polos yang juga dari SMA Kharisma Bangsa *kalau kepo cari sendiri ya
hahaha :p *eh**
Saat itu sudah jam 4,
dengan beberapa orang sudah berkumpul. Kami mendapatkan talangan makan pagi dan
snack, dan menunggu yang lain. Dan dan dan, setelah semuanya ngumpul kami
berjalan sedikit menuju bus lalu berangkat. Ada suatu hal yang agak menggelitik
setelah hal tersebut terbongkar kenyataannya.
Jadi, aku ngechat
seseorang alumni pelatnas untuk mengatakan suatu hal tentang seorang anak
pelatnas juga (cuma beberapa orang yang ngerti apa yg kumaksud :3). Kakaknya
malah ngebales “Sampe juga di Palembang” *oke gua bingung dan punya feeling
jelek tentang ini :v*. Dan beberapa saat setelah jalan, malah terjadi
sesuatu...
Syukurlah akhirnya kami
sampai di Bandara Soekarno Hatta dengan selamat *alhamdulillah :”)*. Setelah
sampai di bandara kami berkumpul di suatu tempat buat makan dan menunggu tiket,
yah dengan obrolan-obrolan yang sesuatu :3. Kami sempat kebingungan karena
barang buat bagasi belum di tempatkan di tempat yang seharusnya, walaupun
akhirnya diurusin juga... Dan ketika memasuki ruang tunggu, eh ternyata
pesawatnya udah mau pergi *untung gatelat*.
Okey masuk pesawat, dan
lumayan ada layar interaktif di bagian belakang kursi *lumayan nih bisa nonton
wkwkwkwk* :D. Sempet agak incidence pas orang disebelahku bilang “kumpulin
tiketnya ke bapak di belakang noh”. Aku liat ke belakang, bingung “Keknya ini
bukan dari dinas deh” *walaupun akhirnya coba ngmpulin dan beneran salah orang
-.-“. Eh ternyata, bapaknya itu adalah seorang ayah dari seorang anak yang
sekolah di KB juga *bukan olimp sih tapi*. Cerita-cerita dikit, akhirnya aku
ngelanjutin liat layar interaktif yang ada di bagian depan.
Lagi liat-liat daftar
film, eh ada interstellar wkwkwk. Yaudah akhirnya aku nonton aja daripada gaada
kerjaan, dan yang disebelahku bilang “aku ada filmnya kok” *emang dasar anak
astro tontonannya ._.*. Walaupun akhirnya aku lupa minta filmnya ke dia, yah
gapapa sih wkwkwk *btw pas pulang “kampung” kemaren juga nonton film sejenis
sih, gravity judulnya. Tapi itu play-pause-play-pause gegara cuaca di luar lagi
kurang baik*. Dan gak kerasa, akhirnya pesawat ini mendarat di kota mpek-mpek.
Keluar dari pesawat dan
menuju ruang tunggu barang, kami menunggui barang-barang yang masuk ke dalam
bagasi. Oh iya, sekalian ngumpulin tiket juga hahaha. Dan ternyata, ada suatu
hal tentang barang itu, dimana “spesies”yang tidak beruntung harus nungguin
barangnya dianterin ke hotel siang/sore harinya(?). Karena kami telat ngumpulin
barangnya, jadi ada sebagian barang yang baru dateng dengan pesawat lain yang
jauh lebih lama. Buru-buru ngeliat aliran barang di tempat nungguin barang,
sempet agak bingung ngeliatin barang-baang yang ngalir di sana karena gak
ngeliat koperku. Barulah setelah muter-muter pandangan, kopernya keliatan
*alhamdulillah gak perlu ke hotel tanpa koper*.
Setelah urusan di ruang
tunggu barang selesai, kami menuju ke gerbang kedatangan di bandara,
terlihatlah si maskot OSN 2016 kali ini yang berupa gajah *dan sekilas
berfikir, loh gajah bukannya maskot provinsi Lampung :p*. Menunggu beberapa
saat, bus pengantar mulai berdatangan. Ternyata bus tersebut spesifik mengantar
perhotel, dan alhasil terpisahlah rombongan dari kb *dimana di hotel kami cuma
yang dari bio doang T.T*. Meninggalkan bandara, terlihatlah penampakan proyek
di jalan yaitu proyek LRT (temennya MRT, bagi yang belom tau). Kayaknya sih ini
dispesialkan buat Asian Games 2018 entar~
Setelah beberapa lama di
bus, liat-liat pemandangan kiri-kanan, aku mikir “Ini lama banget teh ke
hotelnya -.- padahal udah coba liat di google maps gaselama ini deh *sebelum ke
palembangnya*”. Yah, ini mungkin disebabkan akses belok yang tertutup karena
proyek lrt tadi, dan juga rasa pengen berbaring di kamar hotel. Dan setelah
rasanya dibawa keliling Palembang, akhirnya sampai juga ke hotelnya. Dan, aku
bisa melihat suatu welcome tag di hotel itu, tapi bukan bagi peserta OSN
melainkan pesta pernikahan yang ada di hotel itu -_- *gakayak mataram-yogya
ah*.
Memasuki hotel, kami
registrasi di tempat yang telah disediakan, tapi sebelum itu..... *entar kucek
mata bentar* Kok kayaknya ada yang aneh ya, apa ini efek bangun kepagian?
Ternyata saudara-saudara, apa yang telah saya ceritakan di atas beneran sebuah
fakta bukan bualan _-_. Terdapat sebuah penampakan 3 orang yang tidak
diharapkan ikut OSN 2016 *dilemparin* *kabur*. Mereka adalah peserta pelatnas
IBO 2016 asal DKI Jakarta(h), dimana dua diantara 3 mewakili Indonesia
mengikuti IBO 2016 di Viet Nam :I (dan sepertinya dua diantara 3 juga bakalan
di fkui neh).
“Hae san..” Oke, mereka
nyata bukan fiksi seperti di anime *lah*. Alumni OSN 2015 (dan dua diantaranya
juga 2014), masing-masing bernama [Kak] : Wilson Gomarga, Robin Chandra, dan
Luthfian Aby. Ternyata mereka mendampingi kontingen bio dari Jakarta coba, tapi
terpisah dari rombongan yang ikut dengan pergi pagi-pagi buta. Padahal sebelum
osn mereka curhat di grup pengen nemenin anak dki seperti mereka ditemenin pas
di Yogyakarta, kan nyebelin akhirnya bisa nemenin juga *eh*.
Alhasil saat fakta mulai
terkuak sedikit demi sedikit, mulailah bermunculan “cercaan”dari grup. Ini
terutama dibombardir alumni jateng (ini mah sama aja sama-sama provinsi adikuasa
-_-), ada juga sih kak Adriel, Kak Amel, dan beberapa orang grup lain yang
non-jateng-dki. Dan aku lupa ada suatu hal, apakah ini sebelum fakta ini atau
bukan, dimana mereka bertiga di paragraf sebelumnya bertaruh dengan alumni yang
dari Jateng (Kak Fatin, Kak willy, dan sejenisnya :p) tentang OSN ini. *kan
sebel bukan bagian dari mereka berdua* *eh*. Katanya siapa yang menang dari
perolehan medali (setauku bio sma doang, tapi entahlah) akan mentraktir yang
gagal dengan nasi goreng deket wisma kartini XD (this is why i’m upset not
being part one of them :3).
Oke, terlalu menjauh dari
OSN-nya sendiri, akhirnya setelah registrasi selesai kamipun makan siang. Hmmm,
makan siangnya seperti hotel alakadarnya, tapi kalau gak salah aku agak aneh
sama rasa airnya (atau ini bukan di hotel itu ya? XD lupa). Dan makan siang
selesai, okey shalat Dzuhur dulu. Dan ternyata, *seingetku abis shalat*
kontingen Jateng pun dateng. Saat yang bagus nih buat melakukan sesuatu *eh*.
Dekati diam-diam, pegang
pundaknya, lalu berlaku seperti tebs *ngejutin orang maksudnya*. Yak, lumayan
bisa gituan Lendra tanpa suspect apapun *loh*. Akhirnya aku dan kontingen
jateng sapa-sapaan, dan yah gituh. “Ada kejutan loh btw :3” asik juga ternyata
ngodein setelah kesel tadi dikodein. Dan, karena hasutan Kak Wilson-Robin-Aby
aku juga serasa main tebak-tebakan sama kontingen Jateng untuk menebak apakah
suatu hal yang telah disiapkan di OSN kali ini. Dan beberapa saat kemudian, the
suspects are coming :v. Dan, terutama Salsa *karena dia yang nulis di blog :p*,
mereka kaget saat melihat penampakan tersebut wkwkwk.
Dan setelah beberapa
lama, akhirnya kami yang bakalan nginep di hotel itu, mendapatkan kejelasan
tentang kamar kami. Walaupun gitu, cuma beberapa orang seperti Salsa yang bisa beruntung
dapet kamar cepet :I. Karena itu aku juga bergabung bareng anak jateng sambil
nungguin kamar, yang katanya baru dipake buat acara apapun itu namanya...
Karena saking gak tau mau
ngapain nungguin kamar di atas dibersihin, akhirnya aku dan beberapa orang dari
Jateng mojok di suatu area hotel buat yah, nungguin. Di sana pula Lendra
menemukan colokan listrik yang sangat pas buat ngecharge laptop *anak bio sih,
nempel sama laptop kayaknya udah lumrah*. Yah, sambil nungguin juga akhirnya
aku mengenal sosok anak kontroversial di twitter *re: kelas 8 udah osn sma*
*duh kelas 8 aku ngapain ya* bernama Hanif.
Yah pada dasarnya (calon)
spesies imba olim, Hanif ini adalah sosok pendiam dengan segala
kemerendahannya. Dia mengaku ikut OSN 2015 di Palu *bukan ngaku sih, ngejawab
lebih tepatnya* dan belum beruntung di sana. Alhasil karena peraturan OSN SMP
yang baru-baru ini menyatakan bahwa OSN SMP hanya boleh diikuti sekali apapun
yang terjadi, jadi yah ada oknum kayak Hanif ini deh XD *untung pas jaman smp
bisa dua kali (loh)*. Walaupun kurang beruntung di SMP, terlihat bahwa dia ini
sangat potensial untuk memiliki masa depan yang cerah, bahkan silau *eh* (kalau
beneran kepo kenapa, coba cek t-score teori OSN 2016-nya XD.
Telah lama menanti,
akhirnya ada kepastian tentang kamar, sekitaran waktu ashar... Segera deh
menuju kamar setelah dapet kunci kamarnya, dan... Langsung ke sebelah, ke
kamarnya absol 1 dan best teori OSN 2016 yang kebetulan sebelahan sama kamarku~
Yah setelah itu sih nungguin beberapa orang yang belom datang, dan juga menunggu
makan malam. Dan kontingen berbagai provinsi mulai berdatangan satu demi satu,
termasuk DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Bali juga. Khusus yang
Bali, aku mencoba menagih janji Prakas yang juara 1 OSP untuk mentraktir
mpek-mpek *padahal dia gamau* *loh*.
Pas yang jakarta dateng
aku lagi di kamar sih wkwkwkwk, dan setelah turun kebawah ada kontingen jabar
neh... Yaudah, kumencoba ngelakuin hal yang sama seperti cara mengunjungi Jason
dan kontingen Jabar seperti cara yang kucoba ke Lendra tadi. Ketemu Jason ngobrol-ngobrol
bahas berbagai hal (termasuk yang di line), dan ternyata di bagian belakang
name tagnya, Kak Wilson juga menyiapkan tulisan tercintah buat Jason wkwkwkwk.
Tulisan yang sangat menggambarkan kamu, ya son :p (tulisannya kalo gak salah “peureum”
yang konon artinya “merem” hahaha). Setelah beberapa lama, shalat maghrib dan
makan malam terus balik ke kamar.
| Ini yang aku maksudkan berbagai hal buat dibahas bareng Jason XD |
Setelah balik ke kamar,
aku baru sadar anak dki kebiasaan ngumpul di suatu kamar sampe larut malem
*alhasil cuma sendirian di kamar*. Beberapa lama bongkar-bongkar bahan, nonton
tv, ngewifi yang sempet putus nyambung, akhirnya sekitaran jam 9 kantuk udah
gatahan *apalagi di bus gatidur, padahal berbagai orang memanfaatkan momen bus
buat tidur*, dan anggota sekamar belom dateng-dateng juga (sekamar bertiga,
aku, anak dki, dan yang satu lagi dari Sulawesi Selatan). Dengan berat hati
akhirnya aku tidur dengan tidak mengunci kamar dan tapi juga gak ngebuka
lebar-lebar amat.
That’s it, hari pertama
OSN 2016, 15 Mei 2016, di Palembang, Sumatera Selatan. Do’akan diri ini sanggup
ngetik buat 6 hari OSN selanjutnya ya semuanya, takut gasanggup nih wkwkwkwk...
Dan kayaknya buat postingan tentang OSN gabakalan banyak fotonya, karena
bingung nyari dan milih foto yang tepat man-teman~ See you next time :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar